Simulasi Penerimaan Permohonan Laporan Penanganan Pelanggaran Perkuat Pemahaman Jajaran Bawaslu Tegakkan Hukum Pemilu
|
Pariaman, Bawaslu Kota Pariaman - Jajaran sekretariat Bawaslu Kota Pariaman melaksanakan kegiatan simulasi penerimaan permohonan laporan penanganan pelanggaran sebagai upaya meningkatkan kesiapan dan kapasitas SDM dalam menghadapi tahapan pemilu. Kegiatan ini didampingi oleh Bawaslu Provinsi Sumatera Barat dan berlangsung di Kantor Bawaslu Kota Pariaman pada kamis, 04/12/25.
Simulasi ini bertujuan untuk memastikan setiap unsur pengawas memiliki pemahaman yang komprehensif mengenai mekanisme penerimaan laporan, verifikasi dokumen awal, pengkajian dugaan pelanggaran, hingga proses registrasi laporan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kegiatan berlangsung secara intensif dan menggunakan contoh kasus sebagai bahan praktik agar seluruh peserta mendapatkan pengalaman nyata dalam menjalankan prosedur penanganan pelanggaran.
Bawaslu Provinsi Sumatera Barat turut hadir mendampingi jalannya simulasi. Kehadiran jajaran provinsi menjadi bentuk dukungan sekaligus bagian dari monitoring peningkatan profesionalitas Bawaslu kabupaten/kota dalam mempersiapkan penanganan pelanggaran selama tahapan Pemilu. Pendampingan tersebut juga diisi dengan penguatan pemahaman regulasi, evaluasi prosedur internal, serta pemberian masukan teknis terhadap langkah-langkah strategis yang harus dijalankan ketika menerima dan memproses laporan.
Ketua Bawaslu Kota Pariaman menyampaikan bahwa simulasi ini merupakan bagian dari komitmen Bawaslu dalam menegakkan integritas dan kepastian hukum dalam proses penanganan pelanggaran Pemilu. Ia menegaskan bahwa seluruh jajaran pengawas harus sigap, profesional, dan memastikan pelayanan penerimaan laporan masyarakat berlangsung cepat, transparan, dan sesuai peraturan.
"Jajaran sekretariat tidak hanya di bidang penanganan pelanggaran tapi staf secara keseluruhan diberi kesempatan untuk memahami alur atau proses penanganan pelanggaran, karena nantinya jika ada laporan maka staf sekretariatlah yang menfasilitasi dan banyak terlibat di dalamnya. Untuk itu diminta keseriusan dari jajaran karena ini merupakan bentuk komitmen dan kepastian hukum serta tanggung jawab kita bersama dalam mewujudkan pemilu yang berintegritas", ujar Riswan.
Simulasi dibagi menjadi tiga kelompok dan Bawaslu Provinsi juga menjadi dukungan dan bagian monitoring dalam peningkatan profesionalisme dan mempersiapkan bekal terkait penanganan pelanggaran di pemilu mendatang. Melalui pelaksanaan simulasi ini, diharapkan kapasitas kelembagaan Bawaslu Kota Pariaman semakin kuat dan mampu mengantisipasi berbagai potensi pelanggaran selama tahapan Pemilu.
Editor : Cha_MY