Pendidikan Pengawasan Partisipatif Beri Ruang Keterlibatan Masyarakat untuk Wujudkan Pemilu yang Berintegritas
|
Padang, Bawaslu Kota Pariaman-Dalam rangka meningkatkan pengawasan partisipatif pada masyarakat dengan membentuk wadah pendidikan pengawasan pemilihan umum, sebanyak lebih dari 20 alumni Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif (SKPP) dan pelajar dari Bawaslu Kota Pariaman mengikuti kegiatan Pendidikan Pengawasan Partisipatif (P2P) yang diselenggarakan oleh Bawaslu RI pada tanggal 09 sampai dengan 11 Juli 2025 di Hotel Pangeran Beach Padang.
Ketua Bawaslu Republik Indonesia Rahmat Bagja beserta Anggota Bawaslu Republik Indonesia Lolly Suhenty dan Totok Hariyono serta Pimpinan Bawaslu Provinsi Sumatera Barat berkesempatan hadir pada kegiatan ini.
Koordinator Divisi HPPH Bawaslu Kota Pariaman, Bawaslu Kota Bukittinggi dan Bawaslu Kota Padang juga bertindak sebagai fasilitator dan memberikan pemahaman kepada peserta terkait pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mengawal demokrasi yang berintegritas di Indonesia.
Menurut Yogi salah satu dari alumni SKPP, kegiatan ini bukan hanya menjadi ruang belajar, melainkan sebuah ruang tumbuh. Tempat di mana peserta didorong untuk menumbuhkan kesadaran, membangun semangat, dan menumbuhkan keberanian untuk mengambil peran dalam mengawal integritas Pemilu.
“Bagi kami, integritas pemilu adalah urat nadi demokrasi Indonesia. Menjaganya bukan hanya tugas penyelenggara, tetapi tanggung jawab kolektif seluruh elemen masyarakat,” ujarnya di hadapan peserta dan panitia.
Lebih dari sekadar pelatihan teknis, P2P disebut berhasil membuka perspektif baru bagi para peserta. Mereka diajak untuk memahami isu-isu pengawasan dari sisi yang sering luput dari perhatian, sekaligus mendapatkan pengalaman langsung yang membangun empati dan kepedulian terhadap proses demokrasi.
“Kegiatan ini membuka mata dan telinga kami. Bahwa masyarakat tidak bisa hanya menjadi penonton dalam proses pemilu. Kami harus ikut terlibat, mengawasi, dan menjaga kejujurannya,” tambah Yogi yang juga Alumni Sekolah Kader Pengawas Partisipatif Nasional tahun 2020.
Ia juga menegaskan bahwa pendidikan ini harus menjadi awal dari gerakan yang lebih besar. Pengetahuan yang diperoleh, katanya, tidak akan berarti jika tidak diwujudkan dalam tindakan nyata.
Pendidikan Pengawas Partisipatif merupakan bagian dari upaya Bawaslu untuk memperluas partisipasi publik dalam mengawal demokrasi. Di tengah tantangan politik elektoral yang kompleks, penguatan kapasitas masyarakat sipil seperti ini dinilai strategis untuk mendorong pemilu yang lebih bersih, jujur, dan adil di masa depan.
Editor : Humas Bawaslu